Jerman Sebut Bantuan ke Gaza Sangat Tidak Mencukupi

Bantuan ke Gaza tidak mencukupi
Bantuan ke Gaza tidak mencukupi

Berlin | EGINDO.co – Jumlah bantuan yang masuk ke Gaza masih “sangat tidak mencukupi” meskipun ada sedikit perbaikan, demikian pernyataan pemerintah Jerman pada hari Sabtu setelah para menteri membahas cara-cara untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel.

Kritik tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Johann Wadephul mengunjungi wilayah tersebut pada hari Kamis (31 Juli) dan Jumat, dan militer Jerman menggelar pengiriman makanan melalui udara pertamanya ke Gaza, di mana badan-badan bantuan mengatakan bahwa lebih dari dua juta warga Palestina menghadapi kelaparan.

Jerman “mencatat kemajuan awal yang terbatas dalam pengiriman bantuan kemanusiaan kepada penduduk Jalur Gaza, yang, bagaimanapun, masih sangat tidak memadai untuk meringankan situasi darurat,” kata juru bicara pemerintah Stefan Kornelius dalam sebuah pernyataan.

“Israel tetap berkewajiban untuk memastikan pengiriman bantuan secara penuh,” tambah Kornelius.

Menghadapi kritik internasional yang semakin meningkat atas operasi militernya di Gaza, Israel telah mengizinkan lebih banyak truk untuk melintasi perbatasan dan beberapa negara asing untuk melakukan pengiriman makanan dan obat-obatan melalui udara.

Namun, badan-badan internasional mengatakan jumlah bantuan yang masuk ke Gaza masih sangat rendah.

Truk Bantuan Menunggu Israel Mengizinkan Masuk

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa 6.000 truk sedang menunggu izin dari Israel untuk memasuki wilayah Palestina yang diduduki.

Pemerintah Jerman, yang secara tradisional merupakan pendukung kuat Israel, juga menyatakan “keprihatinan terkait laporan bahwa sejumlah besar bantuan kemanusiaan ditahan oleh Hamas dan organisasi kriminal”.

Israel menuduh bahwa sebagian besar bantuan yang tiba di wilayah tersebut dicuri oleh Hamas, yang menguasai Gaza.

Tentara Israel dituduh telah memperlengkapi jaringan kriminal Palestina dalam perang melawan Hamas dan membiarkan mereka menjarah pengiriman bantuan.

Pencurian Bantuan Yang Sebenarnya oleh Geng Kriminal

“Pencurian bantuan yang sebenarnya sejak awal perang telah dilakukan oleh geng kriminal, di bawah pengawasan pasukan Israel,” ujar Jonathan Whittall dari OCHA, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengoordinasikan urusan kemanusiaan, kepada para wartawan pada bulan Mei.

Sebuah sumber pemerintah Jerman mengatakan kepada AFP bahwa mereka mencatat bahwa Israel telah “secara signifikan” meningkatkan jumlah truk bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza menjadi sekitar 220 truk per hari.

Berlin telah mengambil sikap yang lebih tegas terhadap tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa pekan terakhir.

Sumber tersebut mengatakan bahwa rapat kabinet keamanan Jerman pada hari Sabtu membahas “berbagai opsi” untuk menekan Israel, tetapi tidak ada keputusan yang diambil.

Penghentian sebagian pengiriman senjata ke Israel merupakan salah satu opsi yang telah diajukan.

Militan Hamas melancarkan serangan di Israel pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan kematian 1.219 orang, menurut penghitungan AFP berdasarkan data resmi Israel.

Serangan militer Israel di Gaza sejak saat itu telah menewaskan sedikitnya 60.249 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. PBB menganggap angka-angka kementerian tersebut dapat diandalkan.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top