Finnantara Intiga Unit Usaha APP Group dan Yayasan Buddha Tzu Chi Sinarmas Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Sanggau

Bakti Sosial Kesehatan di Sanggau
Bakti Sosial Kesehatan di Sanggau

Jakarta | EGINDO.com – Finnantara Intiga unit usaha Asia Pulp and Paper (APP) Group dan Yayasan Buddha Tzu Chi Sinarmas menggeelar Bakti Sosial Kesehatan di Sanggau. Ada aebanyak 483 warga mengikuti kegiatan bakti sosial pelayanan kesehatan umum yang digelar pada Sabtu, 19 Juli 2025 lalu di SMPN 8 Sanggau, Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Dalam siaran pers APP Group yang dilansir EGINDO.com pada Sabtu (2/7/2025 menyebutkan kegiatan itu diselenggarakan oleh PT Finnantara Intiga, unit usaha APP Group, bekerja sama dengan Kodam XII/Tanjungpura, Pemerintah Kabupaten Sanggau, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Sinarmas.

Bakti sosial itu bertujuan memberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional Perusahaan. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Junaidi, mengapresiasi inisiatif ini dan menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Junaidi menyampaikan bahwa merujuk pada UU kesehatan, kesehatan itu merupakan hak asasi yang harus didapatkan oleh masyarakat. “Dalam hal pembangunan kesehatan atau pelayanan kesehatan, sebetulnya tak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata. Jadi harus dari semua pihak, ada pihak pemerintah, pihak swasta seperti saat ini yang dilakukan oleh PT Finnantara Intiga. Termasuk dari masyarakat sendiri, jadi sebetulnya semua kita ini berkontribusi dalam membangun kesehatan,” katanya.

Junaidi mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan ini, tentu ini merupakan kegiatan yang sangat baik. Diharapkan perusahaan yang lain memberikan kontribusi bagi masyarakat di wilayah dimana dia melakukan kegiatannya. “Agar selain masyarakat melakukan manfaat finansial, tapi masyarakat juga diharapkan mendapatkan manfaat dari segi peningkatan kesehatan mereka,”ujarnya.

Sebetulnya lanjut Junaidi, tidak berharap hanya sebatas pengobatan saja, lantaran dalam pelayanan kesehatan itu ada promotifnya, preventifnya, kuratif dan rehabilitatif. “Yang saat ini terjadi kan kuratif nya, kita mengobati ketika masyarakat kita merasakan ada masalah kesehatan didalam dirinya. Sementara kalau kita pahami bahwa mencegah itu jauh lebih baik dan jauh lebih kecil pembiayaannya ketimbang ketika harus mengobati,” ujarnya.@

Rel/timEGINDO.com

Scroll to Top