Seoul | EGINDO.co – Anggota dewan bank sentral Korea Selatan mengatakan perlunya menurunkan suku bunga dan menyebut perundingan perdagangan AS sebagai faktor kunci yang perlu dipertimbangkan untuk laju dan waktu pemangkasan lebih lanjut, pada rapat terakhir mereka pada 10 Juli, sebagaimana ditunjukkan dalam risalah rapat pada hari Selasa.
Bank of Korea mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,50 persen pada rapat tersebut, tetapi mayoritas anggota dewan mengisyaratkan pemangkasan suku bunga lagi dalam tiga bulan ke depan dan memperingatkan ketidakpastian ekonomi yang “signifikan” akibat tarif AS.
“Ketidakpastian seputar lintasan pertumbuhan di masa depan masih sangat tinggi, terutama karena negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat,” kata seorang anggota, yang berpendapat bahwa dewan harus mempertahankan kebijakan yang akomodatif untuk mendukung pertumbuhan yang lemah.
Seorang anggota sependapat dengan mengatakan “sudah waktunya untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga tambahan”, sementara anggota lain mengatakan “kebutuhan untuk pemangkasan suku bunga acuan masih tetap ada”.
Para anggota dewan menyebutkan perkembangan perundingan dagang antara Korea Selatan dan AS sebagai faktor kunci bagi arah kebijakan ke depan, seiring para pejabat Korea Selatan berupaya keras mencapai kesepakatan yang mengurangi tarif.
Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol mengatakan pada hari Selasa bahwa ia akan mengupayakan kesepakatan dagang yang saling menguntungkan ketika bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk berunding minggu ini, hanya beberapa hari sebelum batas waktu 1 Agustus berakhir untuk menghindari tarif yang memberatkan.
Sumber : CNA/SL