Istanbul | EGINDO.co – Turki dan Inggris menandatangani kesepakatan awal yang memungkinkan Ankara mengoperasikan jet tempur Eurofighter Typhoon pada Rabu (23 Juli), sementara Jerman menyetujui pengiriman 40 jet tempur, yang diupayakan Turki untuk memperkuat pertahanan di kawasan yang semakin bergejolak.
Turki, sebagai anggota NATO, telah mengandalkan proyek-proyek industri pertahanannya sendiri, termasuk jet domestik, dan akuisisi asing untuk meningkatkan kemampuan pencegahan. Selain Eurofighter, Turki juga sedang bernegosiasi dengan Washington untuk membeli 40 unit F-16.
Secara terpisah, pemerintah Jerman telah membuka jalan bagi pengiriman 40 jet tempur Eurofighter Typhoon ke Turki menyusul keputusan positif dari dewan keamanan federal, lapor majalah berita Spiegel pada Rabu.
Kementerian Pertahanan Jerman menolak berkomentar dan dewan federal, yang persetujuannya diperlukan untuk ekspor senjata, umumnya tidak mengomentari keputusannya.
Ankara telah bernegosiasi sejak 2023 untuk membeli 40 Eurofighter Typhoon, yang dibangun oleh konsorsium Jerman, Inggris, Italia, dan Spanyol, yang diwakili oleh Airbus, BAE Systems, dan Leonardo.
Menteri Pertahanan Yasar Guler, dalam upacara penandatanganan bersama Menteri Pertahanan Inggris John Healey di Istanbul, mengatakan perjanjian tersebut akan memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan kekuatan udara aliansi NATO, sekaligus mendukung kemampuan udara Ankara.
“Kami menyambut baik langkah positif ini menuju bergabungnya negara kami dengan klub Eurofighter Typhoon, dan ingin menegaskan kembali ambisi bersama kami untuk menyelesaikan pengaturan yang diperlukan sesegera mungkin,” ujarnya.
Kesepakatan ini muncul setelah pernyataan positif selama berminggu-minggu dari Ankara dan konsorsium Eurofighter mengenai penjualan tersebut, dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan memuji sikap Jerman dan Inggris terkait isu ini minggu ini.
Sumber : CNA/SL