Menteri Perdagangan Jelaskan Penyebabnya, Kini Ritel Modern Berguguran

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso

Jakarta | EGINDO.com – Menteri Perdagangan menjelaskan penyebabnya, kini ritel modern berguguran. Penutupan ritel modern banyak terjadi pada awal tahun 2025. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso beberkan beberapa alasannya.

Budi menjelaskan bahwa salah satu penyebab dari tutupnya beberapa gerai ritel modern di Indonesia ialah mulai terjadi perubahan pada pola belanja masyarakat. Sehingga, pelaku usaha ritel perlu untuk memberikan daya tarik atau nilai tambah terhadap tokonya, tak hanya untuk berjualan produk saja. Misalnya menambahkan experience yang berbeda dari lainnya.

Diakuinya, pihaknya telah berdiskusi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan ternyata kalau ritel modern itu hanya jualan ya, tidak ada experience di situ, tidak ada journey di situ, ya dia pasti akan kalah dengan UMKM.

Kemudian menurut Budi ketika berbicara di Auditorium Kementerian Perdagangan, bahwa periodisasi belanja masyarakat juga telah berubah. Dulu, masyarakat umumnya rajin melakukan belanja bulanan. Namun, tampaknya kini budaya tersebut mulai susut. Masyarakat terlihat mulai berbelanja mingguan, namun dengan spending belanja yang lebih sedikit.

Kebiasaan tersebut tentunya membuat masyarakat memilih untuk berbelanja di toko-toko terdekat. “Sekarang itu belanjanya kadang untuk kebutuhan sehari dua hari. Akhirnya apa? Akhirnya belanja yang terdekat saja, di retail-retail yang terdekat saja,” katanya.

Terakhir, kata Budi bahwa pusat perbelanjaan atau mal juga akan kehilangan daya tarik jika mal tersebut tak mampu menawarkan kebutuhan hiburan dan gaya hidup sesuai dengan tren dan minat masyarakat. Misalnya tidak ada tempat untuk makan, untuk nongkrong, untuk ngumpul, ya akan sepi pengunjung.@

Bs/timEGINDO.com

Scroll to Top