ASEAN Soroti Dampak Tarif Sepihak AS, Serukan Diversifikasi Perdagangan

ilustrasi
ilustrasi

Kuala Lumpur|EGINDO.co Para pemimpin negara-negara Asia Tenggara menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap rencana kebijakan tarif sepihak yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kebijakan tersebut dinilai menciptakan ketidakpastian dalam hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan kawasan ASEAN.

Dilansir dari Bangkok Post, Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang utama bagi negara-negara anggota ASEAN. Oleh karena itu, kebijakan tarif baru dari Washington berpotensi membawa dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi kawasan.

Dalam pernyataan resmi yang dibacakan oleh Ketua ASEAN pada malam hari Selasa (27/5/2025), para pemimpin menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor tradisional, termasuk Amerika Serikat, dengan mendorong diversifikasi perdagangan.

“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengumuman terbaru oleh Amerika Serikat terkait penerapan tarif sepihak serta potensi dampaknya terhadap perekonomian kami,” demikian pernyataan bersama para pemimpin ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

ASEAN juga menyatakan kekhawatiran atas kemungkinan adanya tindakan balasan dari negara-negara lain yang terdampak, yang dapat memperburuk ketidakstabilan ekonomi global. Ketidakpastian ini dinilai dapat meningkatkan volatilitas arus modal serta nilai tukar mata uang di kawasan Asia Tenggara.

Kendati demikian, para pemimpin ASEAN menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk menjaga dialog yang terbuka dan konstruktif dengan Amerika Serikat. ASEAN menyatakan tidak akan mengambil langkah balasan terhadap kebijakan tarif tersebut, meskipun sejumlah negara anggotanya termasuk dalam daftar 20 negara dengan defisit perdagangan bilateral terbesar dengan Amerika Serikat.

Beberapa negara yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Kamboja. Presiden Trump sebelumnya mengancam akan menerapkan tarif impor tambahan sebesar 24 persen hingga 49 persen terhadap negara-negara tersebut. Namun hingga kini, ancaman tarif tersebut masih ditangguhkan, dengan tarif dasar sebesar 10 persen yang tetap diberlakukan.

ASEAN menilai bahwa langkah-langkah perdagangan sepihak dan tindakan balasan tarif bersifat kontraproduktif serta berisiko memperparah fragmentasi ekonomi global yang tengah berlangsung.

Sumber: rri.co.id/Sn

Scroll to Top