Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Selasa (25/3/2025) dengan penguatan. Hingga pukul 10.30 WIB, IHSG tercatat naik 0,50 persen atau 34 poin ke level 6.197.
Menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG berpotensi menguji level resistensi di 6.250. Namun, jika gagal menembus batas tersebut, indeks masih berisiko mengalami koreksi lebih lanjut. Adapun level support IHSG diperkirakan berada dalam kisaran 6.000-6.070, sementara level resistensi berada di rentang 6.200-6.250.
Pada perdagangan Senin sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,55 persen dengan aksi jual bersih (net sell) asing sebesar Rp103 miliar. Saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing antara lain BBRI, ICBP, MAPI, BREN, dan BBNI.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat mencatat kenaikan signifikan. Indeks S&P 500 menguat 1,76 persen, Nasdaq melonjak 2,27 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik 1,42 persen. Penguatan ini terjadi setelah laporan media mengindikasikan bahwa pemerintahan Trump mungkin akan mengecualikan beberapa sektor dari kebijakan tarif baru yang dijadwalkan berlaku mulai 2 April 2025.
Sementara itu, pergerakan pasar saham Asia-Pasifik bervariasi. Sebagian investor mengabaikan kebijakan tarif baru tersebut, sehingga indeks saham di kawasan ini mengalami pergerakan yang beragam. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,42 persen, sedangkan Kosdaq menguat tipis 0,11 persen. Nikkei 225 Jepang turun 0,18 persen, Topix melemah 0,47 persen, sementara Hang Seng Hong Kong justru naik 0,91 persen.
Dengan dinamika tersebut, IHSG masih berpeluang untuk menguat lebih lanjut jika mampu menembus level resistensi, meskipun tetap ada potensi koreksi apabila tekanan jual meningkat.
Sumber: rri.co.id/Sn