Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 25 Maret 2025

Investor mengamati pergerakan harga saham pada salah satu platform di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Investor mengamati pergerakan harga saham pada salah satu platform di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Jakarta|EGINDO.co  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan Senin (24/3/2025). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 1,55% atau turun 96,96 poin ke level 6.161,22. Pada sesi pertama perdagangan, IHSG bahkan sempat anjlok mendekati 5% sebelum akhirnya kembali menguat menjelang penutupan.

Sejak awal tahun 2025, IHSG masih berada di zona merah dengan penurunan sebesar 12,98% (year to date/ytd). Selain itu, aliran dana asing juga tercatat terus keluar dari pasar saham domestik. Pada perdagangan hari ini, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp160,86 miliar, sehingga sepanjang 2025, total net sell asing telah mencapai Rp33,33 triliun.

Dampak Aksi Korporasi Pemerintah

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menjelaskan bahwa tekanan terhadap IHSG terjadi setelah pemerintah mengumumkan aksi korporasi berupa pengalihan saham beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pembentukan holding Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Baca Juga :  Banjir Di New York Mengancam Jiwa, Picu Keadaan Darurat

Namun, setelah struktur kepengurusan Danantara diumumkan, IHSG berangsur pulih. Iman menilai bahwa reaksi pasar mencerminkan pentingnya persepsi terhadap kebijakan yang diambil pemerintah.

“Ketika pengumuman struktur kepengurusan BPI Danantara disampaikan, IHSG kembali menguat. Ini menunjukkan bahwa pasar membutuhkan kepastian. Berikan waktu bagi Danantara untuk membuktikan kinerjanya. Nama-nama yang diumumkan sebagai pengurus cukup diterima oleh pasar,” ujar Iman pada Senin (24/3/2025) di Jakarta.

Pengurus BPI Danantara Disambut Positif

Pada hari yang sama, pemerintah resmi mengumumkan jajaran pengurus BPI Danantara. Beberapa tokoh internasional bergabung dalam Dewan Penasihat, di antaranya Ray Dalio, Helman Sitohang, Jeffrey Sachs, Chapman Taylor, dan mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.

Baca Juga :  PM Lee Beri Ucapan Selamat PM Inggris Yang Baru Rishi Sunak

Sementara itu, Rosan Roeslani ditunjuk sebagai CEO, dengan Pandu Patria Sjahrir menjabat sebagai Chief Investment Officer (CIO), serta Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO).

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menilai bahwa sebelum pengumuman struktur kepengurusan, IHSG mengalami tekanan cukup dalam. Namun, setelah daftar nama pengurus diumumkan, pasar merespons lebih positif.

“Pasar melihat jajaran pengurus yang diumumkan cukup kredibel dan memiliki keahlian di bidangnya. Ini menjadi sinyal positif bagi investor,” kata Liza.

Pasar Masih Berhati-hati

Meskipun IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, tekanan terhadap indeks masih berlanjut seiring dengan derasnya arus keluar dana asing. Sepanjang tahun ini, investor asing tercatat telah menarik dana sebesar Rp33,33 triliun dari pasar saham Indonesia.

Baca Juga :  Hari Ini, Layanan SIM Keliling Tersedia Di Lima Lokasi

Analis memperkirakan pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan ekonomi pemerintah, termasuk langkah-langkah strategis yang diambil oleh BPI Danantara.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi.

Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :
Scroll to Top