Medan | EGINDO.com – Rupiah bisa menguat apa bila penguasa atau pemerintah bisa merangkul pihak perbankan, merangkul para pengusaha dan rakyat Indonesia dan tidak perlu atau jangan membuat kebijakan yang aneh aneh, apa lagi dengan segala ancaman.
Hal itu dikatakan Brilian Moktar, SE, MM, MH pada Kamis (20/3/2025) menjawab pertanyaan EGINDO.com di Medan tentang kondisi nilai tukar rupiah yang telah tembus Rp 16.531,- per dollar AS kemarin petang ditutup.
“Rupiah bisa kuat, apabila penguasa/pemerintah bisa merangkul perbankan, pengusaha, dan rakyat. Gak perlu buat kebijakan yang aneh aneh, apa lagi dengan segala ancaman,” katanya menjelaskan.
Brilian menilai saat ini banyak kelas menegah kebawah yang tingkat likwiditasnya sudah menurun dan itu harus diketahui pemerintah dan segera harus dapat diatasi, pemerintah atau penguasa harus cepat tanggap.
“Jika pabrik besar yang PHK karyawannya terukur dan selalu dipublikasi, akan tetapi pelaku bisnis menegah kebawah, jika memecat karyawannya selalu tidak terukur,” katanya lagi mengingatkan.
Faktanya, pemerintah kurang tanggap kata Brilian Moktar terlihat ketika turunnya daya beli masyarakat dan mengakibatkan deflasi yang juga tidak pernah dihitung pejabat atau pemerintah. “Jalan keluar terbaik adalah merangkul pengusaha dan rakyat, seperti Philipina dan Thailand dalam mengatasi krisis. Tampak betul kecintaannya kepada negara,” kata Brilian Moktar yang juga politisi senior dari Sumatera Utara itu memberi solusi.
Sebagaimana diberitakan EGINDO.com kemarin bahwa rupiah ditutup dalam posisi terburuk di Asia pada Rabu (19/3/2025) tembus Rp 16.531 Per Dolar AS. Nilai tukar rupiah di pasar spot terus melemah hingga akhir perdagangan hari itu dan rupiah ditutup ke level Rp 16.531 per dolar Amerika Serikat.@
Fd/timEGINDO.com