Jakarta | EGINDO.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebut alasan nilai tukar rupiah tembus Rp 16.300,- per Dolar Amerika Serikat (AS). Katanya beralasan nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai ke level Rp 16.300 karena adanya kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) yang menginstruksikan sederet perintah eksekutif.
Hal itu dikatakannya dalam acara Konferensi Pers APBN Kita, kemarin di Jakarta. Sri Mulyani mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar pada akhir periode 2024 sudah mencapai level Rp 16.162. Menurut Sri Mulyani, sejak Trump dilantik awal Januari lalu, ada begitu banyak perintah eksekutif yang menimbulkan gejolak sehingga berdampak pada seluruh dunia.
Dikatakannya dari Januari terutama sejak Presiden Trump dilantik awal Januari hingga sekarang begitu banyak kebijakan executive order Presiden Trump yang terus menerus menimbulkan gejolak sehingga dirasakan seluruh dunia dan ini direfleksikan kurs rupiah.
Kemudian hingga akhir Februari, nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai level Rp 16.340. Sementara secara year to date mencapai Rp 16.309. Sementara itu, inflasi secara tahunan mengalami deflasi sebesar 0,09% dan secara bulanan juga deflasi sebesar 0,48%. “Surat berharga negara sama seperti disrupsi akibat kebijakan Presiden Trump 2.0 dan interaksi dari negara-negara blok besar entah itu Kanada, Meksiko, RRT telah menumbuhkan suatu dinamika gejolak volatilitas nilai tukar dan yield di seluruh negara. Indonesia alhamdulillah kalau kita lihat tahun 2024 kita bisa menjaga. Hingga akhir Februari sebesar 6,88%, dan year to date 6,98%,” kata Sri Mulyani menjelaskan.@
Bs/fd/timEGINDO.com