Pentingnya Kecerdasan Emosional dalam Berkendara

Jakarta|EGINDO.co Pemerhati masalah transportasi dan hukum, Ajun Komisaris Besar Polisi (Purnawirawan) Budiyanto, S.H., S.Sos., M.H., menegaskan pentingnya membangun kecerdasan emosional saat berkendara guna menghindari kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang dalam menilai, menerima, serta mengendalikan emosi diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

“Tidak sedikit pengemudi yang mudah terpancing emosi akibat perilaku orang lain atau situasi di jalan. Hal ini sering kali berujung pada berbagai permasalahan lalu lintas, mulai dari pelanggaran, kecelakaan, hingga perselisihan antarpengguna jalan,” ujar Budiyanto.

Ia menambahkan bahwa setiap pengemudi memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang tenang dan rendah hati, tetapi ada pula yang berkendara secara ugal-ugalan, emosional, bahkan cenderung memprovokasi situasi di sekitarnya. Namun, pengemudi yang memiliki kecerdasan emosional tinggi tidak akan mudah terpancing amarah atau terprovokasi oleh tindakan pengemudi lain yang membahayakan keselamatan.

Baca Juga :  Sinarmas Dukung Timnas Indonesia, PSSI Partner Summit 2023

Sebaliknya, mereka justru lebih memilih untuk mengalah dan memberikan kesempatan kepada pengemudi yang agresif, demi menghindari konflik yang dapat memperburuk keadaan. Dalam berbagai situasi, mereka tetap mempertahankan gaya mengemudi yang aman, disiplin, dan berorientasi pada keselamatan, sesuai dengan prinsip defensive driving—yakni berkendara dengan penuh kesadaran, kehati-hatian, serta mengantisipasi potensi bahaya di jalan.

Budiyanto menekankan bahwa kemampuan mengelola kecerdasan emosional saat berkendara merupakan kunci utama keselamatan di jalan raya. Dengan demikian, para pengemudi diharapkan dapat lebih bijaksana dalam mengendalikan emosinya, mematuhi aturan lalu lintas, serta menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman dan tertib bagi seluruh pengguna jalan. (Sadarudin)

Bagikan :
Scroll to Top