Jakarta | EGINDO.com – Tjiwi Kimia dan Pindo Deli dalam Asia Pulp and Paper (APP) memahami urgensi bekerjasama dengan mitra dan masyarakat lokal untuk menyediakan air bersih dan sanitasi yang dibutuhkan di desa-desa Jawa hingga pesisir Sumatera, bertujuan untuk mengubah kehidupan, setetes demi setetes.
Sebagaimana dilansir EGINDO.com dalam laman resmi APP Group menyebutkan di desa Singkalan, Sidoarjo, pabrik APP Tjiwi Kimia telah bekerjasama dengan Yayasan Habitat for Humanity Indonesia (HfHI) sejak tahun 2020. Dulu, hanya 30 rumah yang memiliki akses air bersih. Saat ini, berkat kolaborasi yang bermanfaat dengan Habitat for Humanity Indonesia, lebih dari 200 rumah tangga kini menikmati air yang aman dan mengalir.
Selain infrastruktur, proyek itu juga memberdayakan warga untuk mengelola sistem air mereka sendiri, memastikan keberlanjutan bagi generasi mendatang dibandingkan bergantung pada sumur milik pribadi yang kualitas airnya tidak memadai. Ruang keagamaan juga telah ditingkatkan karena program air bersih APP menyediakan air gratis ke tujuh masjid kecil dan dua masjid besar, memastikan jamaah dapat menjaga kebersihan sebelum sholat.
Seperti di Jadimulya, dimana air tanah bersifat asam dan tidak dapat diminum, banyak keluarga yang dulunya bergantung pada air kemasan yang mahal dari Palembang. Untuk meningkatkan hal tersebut, APP membangun 25 unit pengolahan air bersih yang kini menyediakan air minum dengan harga terjangkau. Dahulu biaya yang dikeluarkan warga desa adalah Rp 15.000,- per galon, kini tersedia hanya dengan Rp 7.000,- sehingga meringankan beban keuangan sekaligus mengamankan akses terhadap air bersih.
Begitu juga pabrik Pindo Deli Karawang milik APP memainkan peran penting dalam pencapaian status bebas buang air besar sembarangan di desa Kutamekar dengan mempelopori proyek sanitasi berbasis masyarakat bekerjasama dengan Yayasan Speak Indonesia untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan higienis. Selain pembangunan toilet dan septic tank, APP juga sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya fasilitas sanitasi yang layak.
Perjalanan masih jauh dari selesai. Misanya di Demak, inisiatif Sanitasi Total Berbasis Masyarakat mulai terbentuk. Di Desa Kramat, APP memperluas program air bersihnya dengan menyasar 150 rumah tangga. APP percaya menyediakan air membuka potensi dan menciptakan dampak perubahan positif yang akan dirasakan oleh generasi mendatang. Upaya-upaya dibangun atas dasar keyakinan yang sederhana yang kuat bahwa akses terhadap air bersih merupakan hak. Memastikan akses universal terhadap air bersih, sanitasi, dan kebersihan dapat menyelamatkan nyawa, meningkatkan perekonomian, dan mendorong keberlanjutan.
Meneguk air untuk menghilangkan dahaga, tetapi bagaimana jika setiap tetesnya mengandung risiko? Menurut laporan baru-baru ini, hal ini merupakan kenyataan pahit yang dialami sekitar 4,4 miliar orang di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman. Air bersih bukan sekedar kebutuhan, namun merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Namun, bagi jutaan orang, akses terhadap air minum yang aman, sanitasi yang layak, dan kebersihan masih menjadi tantangan sehari-hari.
Perubahan iklim membuat tantangan menjadi ancaman yang lebih besar. Kekeringan mengurangi persediaan air bersih, kenaikan suhu mempercepat penguapan, dan banjir mencemari sumber air sehingga menyebarkan penyakit. Sanitasi yang buruk di daerah rawan banjir menjadikan masyarakat sebagai tempat berkembang biaknya infeksi, sementara ketiadaan fasilitas cuci tangan yang layak memperbesar penyebaran penyakit. Tanpa air bersih dan sanitasi, pertumbuhan anak-anak terhambat, sistem kekebalan tubuh melemah, dan akibatnya seluruh masyarakat menderita.@
App/fd/timEGINDO.com