Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (7/2/2025), naik 0,06% atau 9 poin ke level Rp16.332 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, meskipun mengalami penguatan di awal perdagangan, rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp16.310 – Rp16.400.
Beberapa mata uang di kawasan Asia juga mengalami penguatan, seperti dolar Taiwan yang naik 0,02%, peso Filipina yang menguat 0,18%, serta baht Thailand yang naik 0,21%. Sebaliknya, beberapa mata uang Asia lainnya justru melemah, termasuk yen Jepang yang turun 0,17%, dolar Hong Kong yang melemah 0,02%, dolar Singapura yang turun 0,04%, serta yuan China yang mengalami pelemahan 0,02%.
Menurut pengamat forex Ibrahim Assuaibi, pergerakan rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal maupun domestik. Dari sisi global, pasar masih mencermati ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China. AS baru-baru ini memberlakukan tarif baru sebesar 10% terhadap produk impor dari China, yang kemudian dibalas oleh China dengan mengenakan tarif sebesar 15% terhadap barang-barang asal AS.
Selain itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada data penggajian nonpertanian (non-farm payrolls) AS yang dijadwalkan rilis pekan ini. Data tersebut menjadi indikator penting bagi kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Jika data menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja AS, dolar diperkirakan akan menguat lebih lanjut, yang dapat memberi tekanan pada rupiah.
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren perlambatan. Pada tahun 2022, ekonomi tumbuh sebesar 5,31%, kemudian melambat menjadi 5,05% pada tahun 2023, dan pada tahun 2024 kembali menurun tipis ke level 5,03%. Sejumlah ekonom menilai bahwa faktor utama perlambatan ini adalah kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak kepada kelas menengah, sehingga daya beli dan konsumsi masyarakat menjadi terbatas.
Dengan kondisi eksternal dan internal yang mempengaruhi pasar keuangan, pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan akan tetap volatil hingga akhir perdagangan hari ini.
Sumber: Bisnis.com/Sn