Jakarta | EGINDO.co – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) melakukan pembayaran dividen 2024 yang berasal dari kinerja tahun buku 2023 pada Jumat (19/7/2024). Emiten kertas Grup Sinarmas itu memutuskan pembagian dividen tunai Rp273,54 miliar maka dengan demikian para pemegang saham INKP yang berhak akan mendapatkan jatah Rp50 per lembar.
Direktur Keuangan Indah Kiat Pulp & Paper Kurniawan sebelumnya dalam keterangan resmi, pada Rabu (19/5/2024) lalu mengatakan pemegang saham dalam RUPST menyetujui penggunaan laba bersih sebesar US$16,83 juta setara Rp273,54 miliar atau sebesar Rp50 per saham sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Sebanyak US$16,83 juta dengan kurs jisdor 31 Mei 2024 untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.
Kurniawan mengatakan dividen tersebut memiliki rasio sebesar 4,09% dari total laba bersih yang tercatat sebesar US$411,46 juta sepanjang 2023. Adapun saham INKP saat ini berada di level Rp8.800 maka dengan asumsi harga saham tersebut, dividend yield INKP tercatat sebesar 0,56%. Selain dibagikan sebagai dividen, RUPS INKP juga menyetujui penggunaan sebesar US$10 juta atau setara Rp162,53 miliar sebagai cadangan sesuai UU yang berlaku. Kemudian sisa laba bersih setelah pajak akan dimasukkan sebagai saldo laba atau retained earnings. Dalam kesempatan berbeda, Kurniawan mengungkapkan INKP menargetkan penjualan naik 3,5% menjadi sebesar US$3,6 miliar dibandingkan dengan pendapatan 2023.
Kurniawan menjelaskan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja INKP adalah harga bubur kertas, dimana harga bubur kertas pada kuartal II/2024 juga diyakini meningkat atau lebih tinggi dari kuartal I/2024 meski harga pulp naik dan terdapat volatilitas rupiah, INKP masih dibayangi beberapa kondisi global yang akan mempengaruhi kinerja.
Diakui Kurniawan untuk harga pulp memang sangat dinamis dan diyakini lebih tinggi pada kuartal II/2024, masih ada sentimen geopolitik serta ekonomi global khususnya penguatan ekonomi China yang belum terlihat. Disamping itu harga pulp, fluktuasi rupiah juga menjadi salah satu pendongkrak kinerja INKP. Hal tersebut karena INKP membukukan laporan keuangan dengan menggunakan dolar AS, maka selisih kurs akan memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja.
Sementara itu pergerakan saham INKP langsung terkoreksi pada sesi pembukaan perdagangan pada Jumat (19/7/2024) kemarin yang bersamaan dengan jadwal pembayaran dividen 2024. Berdasarkan data RTI Business, harga saham INKP langsung terkoreksi ke Rp8.450 pada pembukaan Jumat (19/7/2024) kemarin.@
Bs/fd/timEGINDO.co