Starboard Value Miliki Sekitar $500 Juta Saham Di Autodesk

Autodesk ; produsen perangkat lunak desain
Autodesk ; produsen perangkat lunak desain

New York | EGINDO.co – Investor aktivis Starboard Value telah membeli saham sekitar $500 juta di Autodesk dan mendorong perubahan pada pembuat perangkat lunak desain tersebut, Wall Street Journal melaporkan pada hari Minggu, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Starboard yakin perusahaan harus meningkatkan marginnya dan membuat perubahan pada dewan direksinya, kata laporan itu tanpa menyebutkan rincian, menambahkan bahwa investor aktivis tersebut baru-baru ini bertemu dengan para eksekutif Autodesk untuk membahas masalah yang terkait dengan operasi, tata kelola perusahaan, dan penanganan penyelidikan akuntansi baru-baru ini yang menjatuhkan saham.

Starboard mengkritik Autodesk dalam percakapan pribadi dengan perusahaan karena tidak mengungkapkan penyelidikan dan pembaruan material lainnya hingga setelah jendela perusahaan bagi pemegang saham untuk mencalonkan kandidat direktur ditutup pada akhir Maret, menurut laporan tersebut.

Menurut WSJ, perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum untuk meminta agar jendela pencalonan direktur Autodesk dibuka kembali dan agar rapat pemegang saham tahunan pembuat perangkat lunak desain tersebut, yang saat ini ditetapkan pada 16 Juli, ditunda.

Autodesk mengatakan telah membuka penyelidikan internal terhadap arus kas bebas dan praktik margin operasinya pada bulan April.

Perusahaan menjaga dialog terbuka dengan para pemegang sahamnya dan menyambut masukan yang membangun dari mereka, kata seorang juru bicara kepada Reuters dalam pernyataan melalui email.

“Kami yakin dengan arah strategis kami, peluang margin yang signifikan, dan tata kelola perusahaan kami,” imbuh Autodesk.

Starboard tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Autodesk menyediakan solusi desain dan rekayasa 3D untuk sektor-sektor seperti konstruksi, manufaktur, dan media. Portofolio produknya meliputi perangkat lunak Revit dan Fusion 360.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top