Jakarta | EGINDO.co – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dalam rencananya menerbitkan surat utang Pada November Lebih Rp4 Triliun. Nilai total Rp4,09 triliun pada pertengahan November 2023 surat utang itu terdiri dari Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III-2023 senilai Rp 3 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap III-2023 sebanyak-banyaknya Rp 1,09 triliun.
Mengutip pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menyebutkan obligasi tersebut merupakan bagian dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV sebanyak-banyaknya Rp 12 triliun, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III maksimal Rp3 triliun. Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III-2023 senilai Rp3 triliun akan terbagi dalam tiga seri, yakni Seri A senilai Rp16,34 miliar bertenor 370 hari dengan tingkat bunga 6,75% per tahun. Sedangkan Seri B sebesar Rp672,41 miliar bertenor tiga tahun dengan bunga 10,25%, dan Seri C sebesar Rp409,4 miliar bertenor lima tahun dengan tingkat bunga 10,75%. Sedangkan sisa dari pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III-2023 sebanyak-banyaknya Rp1,9 triliun akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort).
Sementara itu, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap III-2023 senilai Rp1,09 triliun akan diterbitkan dalam tiga seri dengan bagi hasil per tahun bersifat floating. Seri A senilai Rp 87,21 miliar bertenor 370 hari, Seri B sebesar Rp302,09 miliar bertenor tiga tahun dan Seri C sebesar Rp4,47 miliar bertenor lima tahun. Sisa dari dana Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap III-2023 yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp 696,61 miliar akan dijamin secara best effort.
Sebelumnya Wakil Direktur Utama Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) Suhendra Wiriadinata mengatakan, pihaknya akan membangun pabrik kertas industri beserta sarana pendukungnya di Karawang, Jawa Barat senilai US$ 3,63 miliar atau Rp57 triliun. Ekspansi besar-besaran itu telah mendapat persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada pertengahan Mei 2023 lalu.
Suhendra menjelaskan pabrik kertas industri beserta sarana pendukungnya itu terletak di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas produksi pabrik sebesar 3,9 juta ton per tahun.
Dari total investasi US$ 3,63 miliar, kata Suhendra, sebesar US$ 16,54 juta akan dibelanjakan untuk tanah. Kemudian, sebesar US$ 602,46 juta untuk bangunan, serta US$ 3,01 miliar untuk belanja mesin dan peralatan.
Menurut Suhendra Wiriadinata, INKP memproyeksikan, pabrik kertas industri beserta fasilitas pendukungnya ini akan mampu mencatatkan penjualan bersih sebesar US$ 1,32 miliar pada 2024 hingga US$ 4,16 miliar di 2030. Sumber pembiayaan megaproyek tersebut sekitar 60% atau US$ 2,16 miliar akan berasal dari pinjaman bank jangka panjang atau penerbitan surat utang, sisanya 40% atau US$ 1,44 miliar dari modal sendiri.@
Bs/fd/timEGINDO.co