Simas Insurtech Era Digitalisasi Beralih Bisnis Insurtech

Asuransi Simas Insurtechmemiliki peluang mengembangkan bisnis seiring berkembangnya digitalisasi
Asuransi Simas Insurtechmemiliki peluang mengembangkan bisnis seiring berkembangnya digitalisasi

Jakarta | EGINDO.co – Simas Insurtech atau PT Asuransi Simas Insurtech pada era digitalisasi sekarang ini kepada Bisnis Insurtech. PT Asuransi Simas Insurtech menyatakan bahwa perusahaan memiliki banyak peluang untuk mengembangkan bisnisnya seiring dengan berkembangnya digitalisasi.

Direktur Utama Simas Insurtech, Teguh Aria Djana mengatakan, peluang yang bisa digarap dengan berkembangnya digitalisasi antara lain memperluas akses pasar asuransi, memperluas distribution channel, mempermudah pemasaran dan branding melalu digitalisasi, serta inovasi dalam produk dan layanan.

Teguh mengatakan Simas Insurtech membukukan pertumbuhan nilai premi sebesar 78% year on year (yoy) menjadi Rp 1,1 triliun per Agustus 2023, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 620,7 miliar. Nilai ini hampir mencapai target perusahaan di akhir tahun.

Baca Juga :  Aksi Kegiatan Besar Unit Usaha APP Sinarmas Agustus 2022

Katanya kenaikan yang cukup signifikan disebabkan oleh semakin banyaknya kerjasama affinity, seperti dengan broker insurtech, e-commerce, dan fintech untuk produk Motor Vehicle tumbuh 159%, Comprehensive Liability tumbuh 672%, dan asuransi kredit untuk fintech tumbuh 101%.

Target premi Simas Insurtech hingga akhir tahun sebesar Rp1,2 triliun. Selain itu, memperbanyak kerjasama affinity untuk memanfaatkan partner sebagai distribution channel dan terus mengeksplor produk-produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat terkini.

Sementara itu Ketua umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menyebut industri insurtech di Indonesia memiliki potensi yang menarik ke depan. Pasalnya, industri asuransi Indonesia tengah mengalami kemajuan digitalisasi yang signifikan.

Baca Juga :  Arara Abadi Kembali Salurkan Beasiswa Kepada Mahasiswa Sakai

Katanya digitalisasi menyediakan produk asuransi yang terjangkau dan mudah diakses bagi pelanggan di seluruh Indonesia. Dengan begitu, kehadiran insurtech bisa menjangkau potensi. Insurtech di Indonesia diperkirakan akan tumbuh empat kali lipat selama 2021-2026 dan mencapai ukuran premi bruto yang bernilai miliaran dolar.

Menurut Budi, pasar insurtech di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan didorong peningkatan kesadaran akan meningkatnya digitalisasi, penawaran harga yang kompetitif dan saluran distribusi yang efisien. Perusahaan insurtech juga menyediakan solusi yang inovatif bagi konsumen dengan kemudahan akses polis untuk produk asuransi tradisional.@

Bs/timEGINDO.co

 

Bagikan :
Scroll to Top