Toshiba, GE Bangun Rantai Pasokan Alat Listrik Tenaga Angin

Listrik Tenaga Angin Lepas Pantai
Listrik Tenaga Angin Lepas Pantai

Tokyo | EGINDO.co – Toshiba Jepang berencana untuk membangun rantai pasokan domestik untuk peralatan listrik tenaga angin lepas pantai bersama dengan produsen Amerika Serikat, General Electric, Nikkei melaporkan pada hari Sabtu, karena Jepang sedang mengembangkan energi terbarukan dalam rangka mendorong nol-karbon.

Pasar tenaga angin lepas pantai Jepang akan terus berkembang seiring dengan target pemerintah untuk memasang kapasitas tenaga angin lepas pantai hingga 10 gigawatt (GW) pada tahun 2030, dan hingga 45 GW pada tahun 2040, sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi.

Bulan lalu, pemerintah telah selesai menerima penawaran untuk putaran kedua tender tenaga angin lepas pantai untuk membangun 1,8 GW kapasitas di empat area, dengan hasil yang belum diumumkan. Putaran pertama dengan kapasitas 1,7 GW dimenangkan oleh Mitsubishi pada tahun 2021.

Menurut Nikkei, rantai pasokan peralatan akan melibatkan sekitar 100 perusahaan kecil dan menengah dengan fokus pada area di mana kapasitas angin lepas pantai harus dipasang.

Toshiba berencana untuk memulai produksi pada tahun 2026, Nikkei menambahkan.

Pada tahun 2021, Toshiba dan GE mengumumkan kemitraan strategis untuk melokalkan produksi turbin angin lepas pantai Haliade-X milik GE di Jepang, karena perusahaan AS tersebut ingin agar teknologinya sekompetitif mungkin dalam lelang angin lepas pantai Jepang.

GE akan memproduksi total 134 turbin angin dengan kapasitas masing-masing 13 MW untuk tiga proyek angin lepas pantai yang dimenangkan oleh konsorsium yang dipimpin oleh Mitsubishi pada putaran pertama, yang kemudian akan dirakit oleh Toshiba, demikian menurut Asosiasi Tenaga Angin Jepang.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top