China Menyatakan Dukung Rusia Setelah Pemberontakan Gagal

China mendukung Rusia
China mendukung Rusia

Beijing | EGINDO.co – China mendukung Rusia dalam menjaga stabilitas nasionalnya, kementerian luar negeri China mengatakan pada hari Minggu (25/6), sehari setelah pemberontakan yang digagalkan oleh kelompok tentara bayaran Wagner yang bersenjata lengkap.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrei Rudenko mengadakan pembicaraan di Beijing mengenai isu-isu “internasional” pada hari Minggu menyusul tantangan paling serius terhadap cengkeraman kekuasaan Presiden Vladimir Putin sejak Rusia menginvasi Ukraina pada bulan Februari 2022.

“Pihak China menyatakan dukungannya terhadap upaya-upaya kepemimpinan Federasi Rusia untuk menstabilkan situasi di negara itu sehubungan dengan peristiwa 24 Juni dan menegaskan minatnya untuk memperkuat kohesi dan kemakmuran Rusia lebih lanjut,” kata kementerian luar negeri Rusia.

Kementerian luar negeri China awalnya hanya mengatakan bahwa Rudenko telah bertukar pandangan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Qin Gang mengenai hubungan Tiongkok-Rusia serta “isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama”.

Kemudian dikatakan bahwa China mendukung Rusia dalam menjaga stabilitas nasionalnya dan bahwa eskalasi ketegangan baru-baru ini di Rusia merupakan “urusan dalam negeri” Rusia.

Tidak jelas kapan Rudenko tiba di Beijing, atau apakah kunjungannya ke China , sekutu utama Rusia, adalah sebagai tanggapan atas pemberontakan yang dipimpin oleh pemimpin tentara bayaran Yevgeny Prigozhin.

Pemberontakan itu dibatalkan pada Sabtu (18/3) dalam sebuah kesepakatan yang menghindarkan Prigozhin dan tentara bayarannya dari tuduhan kriminal sebagai imbalan bagi Prigozhin untuk menarik para pejuangnya kembali ke pangkalan dan pindah ke Belarusia.

China Bungkam

China sebelumnya tidak berkomentar mengenai pemberontakan yang menurut Putin mengancam eksistensi Rusia, sementara para pemimpin Barat termasuk Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa mereka memantau situasi dengan seksama.

“China akan mendukung Rusia sambil menekankan tidak akan mencampuri urusan dalam negerinya,” ujar pakar militer dan komentator TV terkemuka China, Song Zhongping, kepada Reuters.

“Prigozhin menyadari bahwa sulit untuk mencapai hasil yang diinginkan melalui pemberontakan ini.”

Prigozhin mengatakan bahwa “pawai” ke Moskow dimaksudkan untuk menyingkirkan para komandan yang korup dan tidak kompeten yang ia tuduh telah mengacaukan perang di Ukraina.

Pemberontakan ini telah diikuti dengan seksama oleh media China, yang sebagian besar menahan diri untuk tidak berkomentar sebelum ada pernyataan resmi.

Namun, Global Times yang dikendalikan oleh pemerintah China mengatakan pada hari Sabtu bahwa membesar-besarkan “pemberontakan” Prigozhin dan menciptakan “ilusi” bahwa Rusia memiliki banyak kontradiksi internal dan “bangunan itu runtuh” merupakan serangan terbaru oleh media Barat dan upaya lain untuk merusak persatuan sosial Rusia.

Banyak warga China yang menyatakan dukungannya kepada Putin di media sosial.

“Kamu pasti bisa, Rusia!” demikian bunyi beberapa unggahan di media sosial.

Kedutaan Besar China di Rusia mengatakan kepada outlet media China Southern Metropolis Daily pada hari Sabtu bahwa wilayah di sekitar Moskow tenang.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top