Jakarta | EGINDO.co – OKI Pulp & Paper menggunakan bark gasification untuk menghasilkan energi. Pabrik OKI telah dilengkapi dengan teknologi lingkungan tercanggih yang ada saat ini. OKI Pulp & Paper menggunakan sistem baru yang disebut bark gasification, menggunakan kelebihan kulit kayu yang dihasilkan oleh industri untuk menghasilkan energi.
Hal itu dilansir pada laman resmi OKI Pulp & Paper yang dikutip EGINDOO.co kemarin. Disebutkan teknologi itu dapat mengurangi konsumsi minyak dan gas pada tanur kapur hingga 80 persen dan menggunakan kulit pohon sebagai biofuel.
Boiler pemulihan (black liquor), ketel listrik (kulit kayu), dan teknologi gasifikasi kulit kayu (debu dan kulit kayu) dapat menghasilkan sekitar 750 Megawatt listrik, murni dari energi terbarukan.
Pabrik OKI dirancang untuk mencapai standar emisi industri tertinggi; khususnya, pabrik telah dirancang untuk memenuhi kriteria Arahan Pengendalian dan Pencegahan Polusi Terpadu (IPCC) Uni Eropa.
Pabrik tersebut juga menciptakan sekitar 10.000 lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. “Niat kami adalah memprioritaskan pekerja dari Sumatera Selatan dalam kebijakan rekrutmen kami, sejalan dengan rencana Gubernur Sumatera Selatan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan mengembangkan ekonomi lokal,” tulis dalam laman resmi itu.
OKI Pulp & Paper berkomitmen mendukung penyediaan oksigen cair dan oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien Covid-19 sejumlah daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengadaan 1.200 ton stok oksigen per bulan yang akan dipasok oleh PT. OKI Pulp & Paper Mills, PT. Indah Kiat Pulp & Paper- Perawang Mills dan PT. Industri Pulp & Kertas Papirus. Oksigen cair sebanyak 1.200 ton itu mengisi sekitar 1.000.000 tabung oksigen medis dengan volume 1M3.
Selama pandemi yang lalu, pabrik OKI telah mengoptimalkan produksi oksigen hariannya untuk memasok oksigen bagi pasien Covid-19 guna membantu mengatasi kekurangan oksigen di wilayah Sumatera Selatan, Riau, Jambi dan Jawa.@
Bs/timEGINDO.co