Bersatu Tepis Oposisi Dapat Dukungan Gulingkan PM Anwar

PM Anwar Ibrahim
PM Anwar Ibrahim

Kuala Lumpur | EGINDO.co – Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) menepis klaim bahwa koalisi oposisi Perikatan Nasional (PN) memiliki cukup suara di Majelis Rendah untuk menentang Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Hal ini terjadi di tengah spekulasi akan adanya upaya untuk menggulingkan Anwar dari posisinya.

Menurut The Star, kepala informasi Bersatu Razali Idris mencatat pada hari Minggu (7 Mei) bahwa ada klaim bahwa partainya memiliki cukup Anggota Parlemen (anggota parlemen) di pihaknya untuk menggulingkan Anwar dan pemerintahan persatuannya. Namun, ini bukanlah pernyataan yang dibuat oleh kepemimpinan Bersatu, tambahnya.

“Akan sulit untuk menggulingkan Anwar yang memiliki dukungan mayoritas dengan 148 anggota parlemen.

“Bahkan pemimpin oposisi (Hamzah Zainudin) tidak pernah mengatakan hal ini,” kata Razali seperti dikutip oleh The Star.

Dia juga dikutip mengatakan oleh Berita Harian: “Mengapa Anwar merasa perlu memikirkan rumor dan gosip (yang disebarkan orang) di luar arena politik? Dia seharusnya tidak perlu memikirkan jumlah yang mungkin kita miliki karena pemerintahannya kuat dan stabil, dengan 148 kursi.”

“Sulit bagi oposisi untuk menjatuhkan pemerintah dengan angka-angka seperti itu. Hanya jika pemimpin oposisi membuat pernyataan bahwa kami memiliki angka-angka itu, maka Anwar harus menantang kami untuk menunjukkan buktinya.”

Menyusul spekulasi tentang upaya-upaya yang dilakukan oposisi untuk menggulingkan pemerintah, Anwar pada hari Minggu menantang oposisi untuk mengajukan mosi tidak percaya pada sidang parlemen berikutnya.

“Kita harus menjaga stabilitas politik. Parlemen akan bersidang dalam dua minggu ke depan dan saya menantang siapa pun atau pihak mana pun yang ingin mengajukan mosi tidak percaya, silakan lakukan. Kita akan berhadapan di parlemen untuk melihat siapa yang lebih kuat,” kata Anwar.

Namun, Razali dilaporkan mengatakan bahwa para anggota parlemen Bersatu tidak berencana untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap Anwar dalam pertemuan parlemen yang akan datang. Bersatu adalah partai komponen dari PN.

Sidang parlemen berikutnya akan diadakan pada tanggal 22 Mei.

Menurut The Star, Ketua Parlemen Johari Abdul mengatakan pada Jumat lalu bahwa tidak ada anggota parlemen yang mengajukan permintaan untuk mengajukan mosi kepercayaan pada pertemuan mendatang setelah tenggat waktu berakhir pada pukul 17.00 pada hari itu.

Namun, setiap anggota parlemen dilaporkan masih dapat mengajukan mosi darurat untuk mosi kepercayaan selama pertemuan tersebut, tetapi tergantung pada ketua parlemen untuk mengizinkannya.

Media lokal baru-baru ini melaporkan pembicaraan bahwa pemimpin oposisi Bpk. Hamzah telah mendapatkan cukup banyak deklarasi dari anggota parlemen yang mendukungnya sebagai perdana menteri berikutnya.

Portal berita The Vibes pada tanggal 24 April menuduh bahwa ada rencana untuk mencopot Anwar dari posisinya melalui pemilihan sela di antara anggota parlemen Barisan Nasional (BN) yang tidak mendukungnya.

Menurut laporan tersebut, beberapa anggota parlemen BN sedang dirayu dan dibujuk untuk keluar dari partai mereka dan mengorbankan kursi mereka. Para anggota parlemen tersebut kemudian dilaporkan akan mencari pemilihan ulang di bawah bendera PN.
Pada bulan Desember, Anwar mendapatkan mosi percaya dalam sidang parlemen pertamanya, yang menegaskan legitimasi kepemimpinannya dan pemerintahan persatuan yang dipimpinnya. Mosi percaya dilakukan melalui pemungutan suara saja, tanpa ada permintaan untuk pemungutan suara blok.

Anwar saat ini memimpin pemerintahan persatuan yang terdiri dari koalisi Pakatan Harapan (PH) dan koalisi berkuasa sebelumnya, BN, serta partai-partai lain. Partai-partai dan koalisi lain yang saat ini mendukung pemerintahan persatuan termasuk Gabungan Parti Sarawak (GPS), Gabungan Rakyat Sabah (GRS) dan Parti Warisan.
Sumber : CNA/SL

 

Scroll to Top