Washington | EGINDO.co – Sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Rusia dan negara-negara lain membuat dominasi dolar terancam karena negara-negara yang terkena sanksi tersebut mencari alternatif lain, Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan pada hari Minggu (16/4).
“Ada risiko ketika kita menggunakan sanksi keuangan yang terkait dengan peran dolar yang lama kelamaan dapat merusak hegemoni dolar,” kata Yellen di CNN.
“Tentu saja, hal ini menciptakan keinginan dari pihak Cina, Rusia, Iran untuk mencari alternatif,” ujarnya kepada Fareed Zakaria dalam sebuah wawancara. “Namun, dolar digunakan sebagai mata uang global karena alasan-alasan yang tidak mudah bagi negara-negara lain untuk menemukan alternatif dengan sifat-sifat yang sama.”
Pasar modal AS yang kuat dan supremasi hukum “sangat penting dalam sebuah mata uang yang akan digunakan secara global untuk bertransaksi”, tambahnya. “Dan kami belum melihat ada negara lain yang memiliki infrastruktur institusional dasar… yang memungkinkan mata uangnya untuk melayani dunia seperti ini.”
Yellen mencatat bahwa sanksi adalah “alat yang sangat penting”, terlebih lagi jika digunakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya sebagai “koalisi mitra yang bekerja sama untuk menjatuhkan sanksi-sanksi ini”.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan menggunakan aset-aset Rusia yang dibekukan untuk membangun kembali Ukraina yang dilanda perang setelah invasi Moskow, Yellen mengatakan bahwa “Rusia harus membayar untuk kerusakan yang ditimbulkannya”.
Namun ia mencatat bahwa ada “batasan-batasan hukum mengenai apa yang bisa kita lakukan dengan aset-aset Rusia yang dibekukan, dan kita sedang mendiskusikan dengan mitra-mitra kita mengenai apa yang bisa kita lakukan di masa depan”.
Sumber : CNA/SL