Washington | EGINDO.co – Amerika Serikat berencana untuk mempercepat pengiriman tank Abrams ke Ukraina, seorang pejabat Pentagon mengatakan pada hari Selasa (21/3), menyediakan peralatan vital tersebut ke Kyiv sesegera mungkin pada musim gugur ini untuk mempertahankan diri dari pasukan Rusia.
Pada bulan Januari, AS berjanji untuk memasok Ukraina dengan 31 tank M1A2 Abrams yang canggih setelah berbulan-bulan menghindari gagasan untuk mengerahkan tank yang sulit dirawat ke Ukraina, yang diinvasi oleh Rusia pada bulan Februari 2022.
Para pejabat AS dan seorang sumber yang mengetahui situasi ini sebelumnya mengatakan kepada Reuters tentang perubahan waktu pengiriman.
Rencana baru ini akan memberikan Ukraina varian tank M1A1 SA Abrams, yang dapat menggunakan bahan bakar diesel seperti sebagian besar armada Ukraina, kata salah satu pejabat tersebut. Perubahan ini juga mempercepat pengiriman sekitar satu tahun, menurut seorang ajudan kongres yang diberi pengarahan tentang masalah ini.
Pentagon “berkoordinasi erat dengan Ukraina telah membuat keputusan untuk menyediakan varian M1A1 dari tank Abrams yang akan memungkinkan kami untuk secara signifikan mempercepat jadwal pengiriman dan memberikan kemampuan penting ini ke Ukraina pada musim gugur tahun ini”, kata juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder kepada para wartawan.
Departemen Pertahanan sebelumnya tidak memberikan tanggal pasti kapan tank-tank tersebut akan sampai ke tangan Ukraina, dan hanya mengatakan bahwa hal tersebut akan memakan waktu “berbulan-bulan”. Pada hari Selasa, Ryder mengatakan bahwa jadwal sebelumnya adalah lebih dari satu tahun.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin melihat beberapa opsi untuk mempercepat pengiriman, kata ajudan kongres yang diberi penjelasan tentang rencana tersebut kepada Reuters.
Contoh opsi yang dapat dievaluasi Austin termasuk mengubah posisi dalam antrian pengiriman, atau menggunakan tank-tank AS yang telah dilepas peralatan sensitifnya, sehingga tidak dapat ditangkap dan dipelajari oleh pasukan Rusia.
Lini produksi General Dynamics Corp saat ini sedang menyelesaikan sekitar 12 tank Abrams per bulan. Tank M1A2 akan bersumber dari “lambung” milik pemerintah dan diperbaharui secara khusus untuk Ukraina, kata Ryder.
Dana untuk mengubah atau membeli tank Abrams akan berasal dari dana yang dikenal sebagai Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (USAI), yang memungkinkan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mendapatkan senjata dari industri dan bukannya mengambil dari stok senjata AS.
Pentagon mengalokasikan dana USAI senilai US$400 juta pada bulan Januari untuk 31 tank M1A2 yang direncanakan pada awalnya. Dana yang sama akan digunakan untuk membuat M1A1 ini, kata Ryder.
Sumber : CNA/SL