Jakarta|EGINDO.co Indonesia sangat khawatir terhadap meningkatnya rivalitas di kawasan.
Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi pada pertemuan 2+2, antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia dan Australia di Canberra, Kamis (9/2/20223).
Pertemuan itu dihadiri Menhan Prabowo bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan Menteri Pertahanan Australia Richard Marles.
“Jika tidak dikelola dengan baik, rivalitas tersebut dapat menjadi konflik terbuka yang sangat berdampak terhadap kawasan,” kata Retno pada konferensi pers virtual, Kamis.
Retno mengatakan Indonesia terus mengajak Australia agar bersama-sama dapat menjadi positive force dalam menjaga kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera.
Ia juga menyampaikan kembali cara pandang mengenai Indo-Pasifik yang mengedepankan kerja sama inklusif di bidang ekonomi dan pembangunan.
Indonesia juga menekankan pentingnya sinergi implementasi ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP).
“Harapannya, dengan kerja sama inklusif, ketegangan ini dapat diturunkan,” katanya.
Dua agenda besar yang dibahas, yaitu: dinamika Kawasan, yang antara lain membahas mengenai kompetisi major powers di kawasan, keamanan maritim, ASEAN, dan Pasifik; serta kerja sama bilateral, yang antara lain membahas ketahanan ekonomi, kerja sama keamanan siber, dan kebijakan pertahanan.
“Pertemuan ini memiliki arti sangat penting bagi Indonesia dan Australia karena membahas isu strategis politik luar negeri serta pertahanan/keamanan baik yang sifatnya bilateral maupun kawasan dan dunia,” ujarnya.
Sumber: Tribunnews.com/Sn