Washington | EGINDO.co – Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi membahas persaingan antara dua negara adidaya dan perang Rusia di Ukraina dalam panggilan telepon pada Minggu (30 Oktober), kata Departemen Luar Negeri dan kementerian luar negeri Beijing.
Para diplomat top berbicara tentang perlunya “mengelola persaingan antara kedua negara kita secara bertanggung jawab”, kata Blinken dalam sebuah tweet.
Mereka juga membahas perlunya Beijing dan Washington untuk menjaga jalur komunikasi terbuka dan mengadakan pembicaraan tentang perang di Ukraina, kata Departemen Luar Negeri AS.
Blinken “meningkatkan perang Rusia melawan Ukraina dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap keamanan global dan stabilitas ekonomi”, juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan dalam sebuah pernyataan.
China dengan gigih menghindari mengkritik Rusia karena menginvasi Ukraina dan malah menyalahkan Amerika Serikat dan NATO atas perang tersebut.
Seruan itu datang ketika hubungan antara dua negara adidaya menukik atas Taiwan dan serangkaian masalah lainnya, dan merupakan yang pertama di antara para diplomat sejak Blinken memperingatkan China mempercepat rencananya untuk merebut kembali pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.
Beijing mengatakan Wang telah mengajukan sanksi baru-baru ini oleh AS terhadap China yang bertujuan membatasi aksesnya ke semikonduktor kelas atas dengan penggunaan militer, dan telah menyerukan “upaya diplomatik” di Ukraina.
“Pihak AS harus menghentikan upayanya untuk menahan dan menekan China, dan tidak menciptakan hambatan baru bagi hubungan antara kedua negara,” bunyi pernyataan dari kementerian luar negeri China.
“Wang Yi menunjukkan bahwa membawa hubungan China-AS kembali ke jalur pembangunan yang stabil tidak hanya untuk kepentingan bersama China dan AS, tetapi juga harapan umum masyarakat internasional,” tambahnya.
Sumber : CNA/SL