Jakarta | EGINDO.co -Pengamat Pemerhati Masalah Transportasi dan Hukum AKBP (P) Budiyanto mengatakan, Program Korlantas Polri yang akan memasang Body Camera ( bodycam ) pada baju dinas Polantas untuk tugas – tugas operasional Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli) merupakan terobosan atau inovasi sebagai bagian dari terjemahan program Presisi Kapolri. Camera portabel yang dipasang pada saku baju, dapat berfungsi untuk merekam seluruh aktivitas petugas, guna kepentingan sebagai alat bukti, faktor keamanan, Panic button, serta menjamin integritas petugas di lapangan.
Alat ini rencananya akan di integrasikan dengan E-TLE ( Electronic Traffic Law Enforcement ) untuk mengurangi kontak langsung pelanggar yang rawan dengan perdebatan atau penyimpangan lainnya dan dapat membantu mempermudah penanganan kecelakaan lalu lintas di lapangan. Namun yang perlu menjadi perhatian atau penekanan dengan pengalaman empiris selama ini bahwa alat secanggih apapun semua akan kembali kepada manusianya sehingga perlu diimbangi atau dibangun suatu sistem kontrol / pengawasan yang memadai sehingga alat tersebut dapat bekerja secara efektif untuk membantu tugas- tugas Polantas secara keseluruhan,”ujar mantan Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP (P) Budiyanto.

Dikatakannya mengapa demikian karena apabila ada oknum yang kurang bertanggung jawab bisa saja alat tersebut dimatikan supaya tidak terkoneksi dengan E-TLE atau Back Office sehingga tidak terpantau. “Sistem pengawasan yang dibangun perlu di praktekan antara pengawasan yang dibangun dengan bantuan teknologi maupun pengawasan secara langsung dilapangan dan berjenjang,”ungkapnya.
Kelemahan dalam manajemen operasional dalam bidang apapun, pada umumnya terletak pada bidang kontrol atau pengawasan. Sehingga dengan adanya rencana Korlantas yang akan memasang Body Camera ( bodycam ) pada baju dinas Polantas ( Polisi Lalu lintas ) untuk tugas – tugas Operasional perlu diimbangi dengan sistem kontrol yang memadai sehingga alat tersebut dapat berfungsi atau bekerja secara maksinal,”tandasnya.
@Sadarudin