Medan | EGINDO.co – Berdasar pengalaman selama ini, setiap kali ada unjukrasa mahasiswa skala besar selalu muncul beberapa fenomena ikutan maka para tenaga medis kebangsaan, advokat kebangsaan, dan jurnalis kebangsaan, hadir mengdampingi para mahasiswa.
Hal ini dikatakan Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (nBASIS), Sohibul Ansor Siregar kepada EGINDO.co kemarin di Medan menanggapi adanya unjukrasa besar besaran mahasiswa pada Senin (11/4/2022)
Menurut Sohibul Ansor Siregar yang juga dosen senior Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan bila ada unjukrasa mahasiswa maka beberapa kemungkinan akan muncul seperti terjadi bentrokan yang meninggalkan kerugian besar. Mahasiswa banyak terluka dan tidak tertutup kemungkinan kehilangan nyawa.
Kemudian kata Sohibul terjadi penangkapan yang diawali berbagai prolog yang tidak selalu cukup fair untuk dibawa ke ranah hukum, tetapi mahasiswa banyak yang menjadi korban. Lalu kebijakan pemberitaan yang tidak berimbang yang membuat rakyat tidak tahu apa yang sedang terjadi. Padahal seluruh dunia berhak tahu, dalam bahasa apa pun mereka berbicara.
“Karena itu para tenaga medis kebangsaan, advokat kebangsaan, dan jurnalis kebangsaan, hadir dan dampingilah mahasiswa yang akan turun ke jalan. Bawa ambulance dan instrumen PPPK, tim pendampingan hukum dan alat-alat penyiaran tercanggih yang kalian miliki,” kata Sohibul Ansor Siregar/
Katanya harusnya disertai gerakan kebangsaan yang sesuai dengan nilai HAM. “Komnas HAM tak pantas duduk manis di ruang AC menanti apa yang akan menimpa mahasiswa, Kompolnas juga jangan diam-diam saja,” kata Sohibul mengingatkan.@
Rel/fd/TimEGINDO.co