Sejumlah Wilayah Indonesia Stok Solar Bersubsidi Langka

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta | EGINDO.co          -PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memastikan stok solar bersubsidi mencukupi hingga 20 hari ke depan. Hal ini menjawab keresahan masyarakat atas kelangkaan solar bersubsidi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Semua SPBU khususnya di pulau sumatra sejumlah kota dan kabupaten di pulau sumatra warga menyampaikan adanya antrian di akibatkan karena pasokan solar bersubsidi yang terbatas sehingga kendaraan mengantri untuk bisa mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi tersebut.

Pejabat sementara (Pjs) Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyampaikan, kelangkaan solar bersubsidi yang terjadi di sejumlah daerah ini dipicu oleh meningkatnya permintaan dari masyarakat. Hal ini sejalan dengan pulihnya perekonomian sehingga mobilitas masyarakat juga sudah mulai meningkat.

“pertumbuhan ekonomi nasional saat ini yang realisasinya diatas 5 persen pasti akan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan energi, salah satunya Solar subsidi. Menyikapi hal ini, Pertamina Patra Niaga akan terus memastikan stok dan menjamin terjaganya proses distribusi dilapangan dengan maksimal,” ujar Irto.

“Stok solar subsidi secara nasional di level 20 hari dan setiap hari stok ini sekaligus proses penyaluran ke SPBU terus dimonitor secara real time. Namun perlu diketahui secara nasional per Februari penyaluran Solar subsidi telah melebihi kuota sekitar 10 persen,” jelas Irto

Pertamina Patra Niaga akan terus memonitor seluruh proses distribusi mulai dari Terminal BBM hingga konsumen untuk memastikan SPBU selalu tersedia bahan bakar bagi masyarakat.

Khusus Solar subsidi, Pertamina akan fokus pelayanan di jalur logistik serta jalur-jalur yang memang penggunannya adalah yang berhak menikmatinya

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Pembelian bahan bakar kami imbau untuk tetap sesuai dengan kebutuhan dan untuk tetap hemat dalam penggunaannya mengingat saat ini harga minyak sangatlah mahal,” jelasnya.

Sumber: pro3 RRI/Sn

Scroll to Top