Oleh: Lukman Yanis
Beberapa tahun silam orang tidak mengenal nama Rita Mawarni. Namun, setelah berkecimpung dalam dunia filateli dan sukses menjadi seorang filatelis terkenal, nama dr. Rita Mawarni SP.F bak menjadi magnet luar biasa bagi kalangan pencinta prangko, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Semuanya dimulai pada dekade 90-an saat wanita kelahiran kota kerang, Tanjung Balai Sumatera Utara pada 1967 menjadi peserta Panfila, Rita melihat ada proses jual benda filateli yang saat itu dijual terbatas.
“Waktu itu saya melihat banyak sekali orang rela mengantre untuk membeli benda filateli itu. Eh ternyata, setelah membeli benda itu, ketika dijual lagi harganya bisa menjadi lebih tinggi. Dari situ rasa penasaran saya tentang benda filateli mulai terbuka sekaligus menandai saya untuk memulai terjun ke dunia filateli,” ujar Rita ketika ditemui di ruang Corner Filateli Kantor Pos Besar Medan beberapa waktu lalu.
Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) yang ke-100 atau seabad itu yakni hari ini pada 29 Maret 2022. Dr. Rita mengadakan lomba menata prangko dan lomba menulis surat.
Dr. Rita Mawarni, SP.F dengan koleksi berbagai benda-benda pos, sampul surat, prangko seri karton, seri bunga dan banyak lagi berbagai macam koleksinya. Dokter Forensik itu tidak hanya mengkoleksi untuk diri dia sendiri.
Hal itu terlihat dia mengajak teman-temannya untuk mengumpulkan prangko, memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah dari mulai SD, SMP dan MAN serta ke Perguruan Tinggi. Sekaligus memberikan hadiah berupa Souvenir.
Dibidang organisasi Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), Dia juga sudah menjadi pengurus PFI Medan dan pengurus PD PFI Sumatera Utara. Sudah berulang kali mengikuti Kongres, Seminar dan berbagai pameran filateli tingkat daearah maupun tingkat nasional dengan membawa nama Sumatera Utara.@
Penulis adalah Ketua Komunitas Filateli Sumatera Utara