6 Tewas dalam Penembakan & Penyanderaan di Kyiv; Diselidiki Sebagai Aksi Teroris

 Penembakan dan Penyanderaan di Kyiv
Penembakan dan Penyanderaan di Kyiv

Kyiv | EGINDO.co – Polisi Ukraina menembak mati seorang pria yang diduga melepaskan tembakan pada hari Sabtu (18 April) ke arah pejalan kaki di sebuah distrik di Kyiv sebelum mengunci diri di dalam supermarket bersama para sandera dan menolak bernegosiasi dalam insiden yang menewaskan enam orang.

Dinas Keamanan Ukraina mengatakan penembakan itu sedang diselidiki sebagai tindakan terorisme.

Presiden Volodymyr Zelenskyy, dalam pidato video malamnya, mengatakan penembakan itu terjadi di distrik Holosiivskyi yang rindang, melukai 14 orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun.

“Dia menyandera, dan sayangnya, salah satu dari mereka tewas,” kata Zelenskyy. “Empat orang meninggal di jalan. Seorang wanita meninggal di rumah sakit setelah terluka parah.”

Penembakan seperti ini sangat jarang terjadi di Ukraina.

Video dari lokasi kejadian menunjukkan tim medis darurat memasukkan setidaknya satu jenazah ke dalam ambulans.

Saluran Telegram tidak resmi mengutip saksi yang mengatakan tersangka telah bergerak menyusuri jalan dan menembak serta membunuh orang-orang dari jarak dekat tanpa peringatan sebelum memasuki supermarket.

“Penembak di Kyiv telah dilumpuhkan selama penangkapan,” kata Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko di Telegram.

“Pasukan khusus kepolisian nasional menyerbu toko tempat penyerang berada. Dia menyandera orang dan menembak seorang polisi selama penahanannya. Sebelumnya, negosiator mencoba menghubunginya.”

Petugas Berusaha Bernegosiasi

Klymenko mengatakan kepada wartawan di tempat kejadian bahwa petugas telah mencoba bernegosiasi dengan tersangka selama 40 menit tanpa hasil. Dia mengatakan pria itu memiliki senjata terdaftar dan memperoleh sertifikat medis untuk menggunakannya.

Jaksa Agung Ruslan Kravchenko mengatakan penembak telah diidentifikasi sebagai warga asli Moskow berusia 58 tahun.

Zelenskiy mengatakan tersangka memiliki catatan kriminal dan telah membakar apartemen tempat dia terdaftar sebelum pergi ke jalan dengan senjata.

Presiden mengatakan bahwa ia pernah tinggal beberapa waktu di wilayah Donetsk timur, salah satu titik fokus perang empat tahun dengan Rusia.

Kravchenko mengatakan tersangka telah mengacungkan senjata otomatis.

Ia mengunggah foto yang menunjukkan sosok buram yang tergeletak berlumuran darah di dalam sebuah toko, dengan senjata tergeletak di dekatnya.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top