6 Maskapai Menyediakan Penerbangan VTL Singapura, Malaysia

Singapore Changi Airport
Singapore Changi Airport

Singapura | EGINDO.co – Enam maskapai telah ditunjuk untuk menyediakan penerbangan jalur perjalanan yang divaksinasi (VTL) antara Singapura dan Malaysia, kata Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) pada Kamis (18 November).

Maskapai tersebut adalah AirAsia, Jetstar Asia, Malaysia Airlines, Malindo Air, Scoot dan Singapore Airlines (SIA).

VTL antara Bandara Changi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), yang akan diluncurkan pada 29 November, diumumkan awal bulan ini.

Akan ada enam layanan VTL yang ditunjuk setiap hari antara Bandara Changi dan KLIA.

Aplikasi untuk Pass Perjalanan Vaksin (VTP) untuk pelancong dari Malaysia akan dibuka pada 22 November pukul 10 pagi.

“Singapura dan Malaysia menikmati hubungan ekonomi yang kuat dan hubungan antar-warga yang hangat,” kata CAAS dalam rilis media.

“VTL bersama merupakan langkah penting dalam membuka kembali perbatasan antara dua tetangga dekat, memfasilitasi bisnis dan memungkinkan banyak keluarga untuk bersatu kembali.”

Sebelum pandemi, Malaysia termasuk di antara tiga pasar teratas untuk kedatangan penumpang tahunan di Bandara Changi, kata CAAS.

Hubungan Singapura-Kuala Lumpur juga merupakan rute udara internasional tersibuk di dunia, dengan sekitar 40 penerbangan setiap hari dan rata-rata 7.000 kedatangan per hari di Bandara Changi, kata CAAS.

Singapura telah mengumumkan rencana untuk VTL dengan 21 negara hingga saat ini.

Di bawah skema perjalanan bebas karantina, pelancong yang divaksinasi penuh dari negara-negara VTL dapat memasuki Singapura tanpa karantina dan hanya perlu menjalani tes COVID-19.

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah yang tidak divaksinasi akan diizinkan untuk bepergian di bawah skema ini ke Singapura jika mereka ditemani oleh wisatawan lain yang memenuhi semua persyaratan VTL.

Kondisi untuk masuk ke Singapura di bawah VTL untuk Malaysia sama dengan VTL yang ada.

Baca Juga :  Korut Ingatkan Amerika Jangan Bikin Kesal Jika Ingin Damai

Di bawah skema VTL, pelancong harus tetap berada di satu atau lebih negara VTL dalam 14 hari terakhir sebelum keberangkatan ke Singapura.

Mereka harus menjalani dua tes COVID-19.

Tes pra-keberangkatan, yang harus berupa tes reaksi berantai polimerase (PCR) atau tes cepat antigen (ART) yang dilakukan secara profesional, dalam waktu dua hari sebelum berangkat ke Singapura dan mendapatkan hasil tes negatif.

Mereka juga harus mengikuti tes PCR saat tiba di Bandara Changi dan melakukan isolasi mandiri hingga hasil tes mereka dipastikan negatif.

Pelancong yang dites negatif pada saat kedatangan di KLIA dapat menggunakan hasilnya untuk memenuhi persyaratan tes pra-keberangkatan sebelum kembali ke Singapura jika diambil dalam waktu dua hari dari keberangkatan Singapura.

“Ini akan sangat berguna bagi wisatawan VTL yang berniat melakukan perjalanan sehari antara Singapura dan Malaysia,” kata CAAS.

Anak-anak berusia dua tahun ke bawah pada tahun kalender tidak diwajibkan untuk menjalani tes ini.

Rincian lebih lanjut tentang persyaratan VTL ke Singapura dapat ditemukan di situs web ICA atau situs web imigrasi Malaysia.

JADWAL PENERBANGAN
Dalam rilis media terpisah, SIA mengatakan akan mengoperasikan 10 penerbangan VTL pulang pergi mingguan antara Singapura dan Kuala Lumpur.

Penerbangan akan dibuka untuk pemesanan mulai pukul 10 pagi pada hari Jumat dan akan ditunjukkan sebagai penerbangan VTL di situs web mereka secara bertahap.

“Pelanggan SIA dengan pemesanan yang sudah ada pada penerbangan langsung dari Singapura ke Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur ke Singapura mulai 29 November dan seterusnya, dan yang memesan langsung dengan kami, akan secara proaktif memesan ulang ke penerbangan VTL baru tergantung ketersediaan.”

Baca Juga :  Serikat Pekerja Jerman Menyerukan Pemogokan Di Situs Amazon

Pelanggan yang tidak memenuhi persyaratan VTL dapat meminta untuk dipesan ulang untuk penerbangan non-VTL, tambahnya.

Maskapai bertarif rendah Scoot mengatakan akan beroperasi empat kali seminggu antara Singapura dan Kuala Lumpur dengan penerbangan khusus TR472 dan TR473.

Selain itu, maskapai berencana untuk melanjutkan penerbangan ke Langkawi mulai 3 Desember. Ini adalah “bagian dari pengaturan gelembung perjalanan udara pulau itu, menyediakan perjalanan bebas karantina untuk pengunjung asing, tunduk pada persyaratan masing-masing negara”, kata Scoot.

Malaysia Airlines (MAS) mengatakan akan mengerahkan pesawat Airbus A330 dan mengoperasikan penerbangan pulang pergi setiap hari antara Kuala Lumpur dan Singapura mulai 29 November hingga 31 Desember.

Maskapai menambahkan bahwa secara bertahap akan meningkat menjadi 35 penerbangan mingguan antara Januari dan Maret 2022.
Sumber : CNA/SL

Bagikan :