5 Penerbit Securities Crowdfunding Di Bali Dan Nusa Tenggara

Rupiah

Jakarta | EGINDO.com           – Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8, Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto memberikan update perkembangan layanan urunan dana Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi atau dikenal dengan Securities Crowdfunding (SCF) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Per 31 Mei, jumlah penerbit SCF tercatat mencapai 5 penerbit dengan jumlah dana yang dihimpun sebesar Rp11,8 miliar.

“Sementara itu, kalau dari sisi pengguna terdapat 2.747 pengguna,” ujarnya dalam Webinar bertajuk Securities Crowdfunding Sebagai Alternatif Pendanaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (8/6).

Dia optimis, jumlah penerbit maupun pengguna SCF di kedua wilayah yang tersohor akan sektor pariwisatanya tersebut akan terus meningkat kedepannya. Menyusul telah ditetapkan POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Umum Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi Securities Crowfunding sebagai pengganti POJK Nomor 37 tahun 2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi atau sering disebut Equity Crowdfunding/ECF.

“Di mana sebelumnya alternatif pendanaan melalui Equity Crowdfunding hanya berupa penerbitan saham. Sedangkan melalui Securities Crowfunding ini alternatif pendanaan bagi UMKM lebih bervariasi. Yaitu selain dapat menerbitkan saham dimungkinkan juga menerbitkan surat utang atau sukuk,” terangnya.

Dengan banyaknya alternatif tersebut, dia meyakini SCF mampu mengembangkan bisnis UMKM di tengah pandemi Covid-19. “Bahkan, ekspansi untuk menambah cabang baru, mengembangkan produk baru, maupun untuk mendapatkan proyek-proyek tertentu,” serunya.

Maka dari itu, OJK terus mengakselerasi pengembangan infrastruktur SCF dengan mengadopsi teknologi terkini. Dengan harapan, akan memberikan kemudahan bagi calon emiten dan investor.

“Melalui layanan urun dana ini memberikan kesempatan UMKM menawarkan efeknya sebagai penerbit secara langsung sebagai pemodal melalui jaringan elektronik yang bersifat terbuka untuk menjembatani adanya gap pembiayaan UMKM dengan investor melalui sumber pendanaan berbasis teknologi informasi ini,” tutupnya.

Sumber: Merdeka.com/Sn