112 Terluka Dalam Kebakaran Pipa Gas Petronas di Selangor

Kebakaran Pipa Gas Petronas
Kebakaran Pipa Gas Petronas

Subang Jaya, Selangor | EGINDO.co – Seratus dua belas orang terluka dalam kebakaran besar yang terjadi di jaringan pipa gas Petronas di Putra Heights, Puchong, pada hari Selasa (1 April), kata pihak berwenang.

Empat puluh sembilan korban menerima perawatan di pangkalan medis yang didirikan di Kuil Sri Maha Kaliamman sementara 63 korban lainnya telah dikirim ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lebih lanjut.

Pihak berwenang awalnya mengatakan bahwa 33 orang terluka dan enam dirawat di rumah sakit sebelum memperbarui jumlah tersebut.

“Kebakaran tersebut melibatkan kebocoran pipa gas Petronas, dengan perkiraan 500 meter pipa dilalap api,” kata asisten direktur operasi Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Selangor, Ahmad Mukhlis Mukhtar, seperti dikutip oleh kantor berita Malay Mail.

Petronas telah menutup katup pada pipa yang terbakar, menurut departemen tersebut.

Beberapa laporan media mengatakan bahwa pipa tersebut telah meledak, dan warga mengatakan kepada kantor berita negara Bernama bahwa mereka merasakan getaran sekitar pukul 8 pagi ketika kejadian tersebut terjadi.

Para korban mengalami luka bakar, kesulitan bernapas, dan cedera lainnya. Beberapa rumah juga terbakar setelah insiden tersebut, menurut pihak berwenang.

Baca Juga :  Lee Zii Jia Dilarang Main Setelah Keluar Dari Tim Nasional

Petugas pemadam kebakaran bekerja untuk menyelamatkan warga yang terjebak dan memberikan bantuan kepada para korban di pusat bantuan sementara di Masjid Putra Heights. Warga di daerah sekitar telah dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.

Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Nga Kor Ming mengonfirmasi bahwa ia telah menerima laporan tertulis dari departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Selangor tentang insiden tersebut. “Kami akan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Saya telah memberikan instruksi kepada departemen pemadam kebakaran dan penyelamatan,” katanya, seperti dikutip oleh Bernama.

Kepala Menteri Selangor Amirudin Shari memperingatkan bahwa meskipun katup tertutup, api masih besar karena sisa gas yang tersisa di dalam pipa. “Saya menghimbau masyarakat untuk menghindari daerah tersebut sampai api benar-benar terkendali dan secara resmi dinyatakan aman oleh JBPM (Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan).

Prioritas saat ini adalah mengendalikan kebakaran dan menyelamatkan korban,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Survei Bernama di kuil terdekat mengungkapkan bahwa beberapa personel Kementerian Kesehatan sedang bekerja untuk memberikan pertolongan pertama, menurut New Straits Times. Otoritas masjid juga saat ini membantu para korban.

Baca Juga :  PM Ukraina,Pejabat Keuangan Kunjungi Washington Minggu Depan

Salah satu korban, Lee Weng Ken yang berusia 42 tahun, yang menderita luka bakar di kaki kirinya, mengatakan dia terkejut ketika langit-langit rumahnya runtuh dan menghancurkan kendaraannya yang diparkir di kompleks rumah tersebut sekitar pukul 8.10 pagi.

“Saya bergegas keluar rumah tetapi jatuh dan menderita luka bakar karena panas dari kobaran api di dekat rumah saya,” katanya, seperti dikutip oleh Bernama.

Korban lain yang hanya ingin dikenal sebagai Andy, 52 tahun, yang rumahnya terletak sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran, mengatakan dia berlari keluar bersama anak-anaknya ketika mereka merasakan getaran dan melihat api yang berkobar.

“Saya hanya bisa mengeluarkan mobil. Putri saya yang berusia 18 tahun melukai kakinya ketika dia jatuh saat memanjat pagar karena panas,” katanya.

Kebakaran besar-besaran pada pipa gas terjadi pada hari kedua perayaan Idulfitri, yang mendorong evakuasi darurat.

Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Selangor menerima laporan awal tentang kebakaran pipa gas sekitar pukul 8.10 pagi, menurut media setempat.

Baca Juga :  Defisit APBN 2024 Melebar ke 2,7%, Masih Aman

Api dilaporkan mencapai panjang hingga 500 m dan terlihat dari beberapa kilometer jauhnya.

Tak lama setelah kebakaran terjadi, video viral tentang kebakaran tersebut beredar di media sosial.

Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia menghimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan pesawat nirawak di area yang terkena ledakan pipa gas.

Pihak berwenang mengonfirmasi kepada media setempat bahwa pom bensin Petronas di dekatnya tidak terbakar, hanya pipa gas utama yang terkena dampak. Dengan ditutupnya pipa, api diperkirakan akan terus menyala hingga gas yang tersisa habis.

“Tiga stasiun Petronas di sekitarnya – Putra Heights, KM2 LDP, dan Putra Bestari – tidak terkena dampak tetapi telah ditutup sementara sebagai tindakan pencegahan,” kata Petronas dalam sebuah pernyataan, dikutip di Free Malaysia Today.

Putra Heights adalah kawasan perumahan yang berkembang dengan baik dan lokasi yang sangat diminati bagi mereka yang mencari kemudahan dan akses ke bagian utama Lembah Klang.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :
Scroll to Top