1.723 Kasus Baru Covid-19 Di Singapura, Meninggal 10 Orang

Keramaian di Orchard Road - Singapura
Keramaian di Orchard Road - Singapura

Singapura | EGINDO.co – Singapura melaporkan 1.723 kasus baru COVID-19 pada Minggu (14/11) siang dengan tambahan 10 orang meninggal akibat komplikasi akibat virus corona.

Korban tewas berusia antara 60 dan 96 tahun.

Semuanya memiliki berbagai kondisi medis yang mendasarinya. Kementerian Kesehatan (MOH) tidak merinci kondisi medis ini.

Ini menjadikan jumlah kematian Singapura menjadi 586.

Jumlah kasus baru yang dilaporkan pada hari Minggu adalah penurunan dari 2.304 infeksi yang dilaporkan pada hari Sabtu.

Tingkat pertumbuhan infeksi mingguan adalah 0,97 pada hari Minggu, lebih rendah dari 0,98 yang dilaporkan pada hari Sabtu. Ini mengacu pada rasio kasus komunitas selama seminggu terakhir selama seminggu sebelumnya.

Dari kasus baru yang dilaporkan pada hari Minggu, 1.717 infeksi ditularkan secara lokal, terdiri dari 1.651 kasus di masyarakat dan 66 infeksi di asrama pekerja migran.

Ada enam kasus impor, kata Depkes dalam pembaruan hariannya yang dirilis ke media sekitar pukul 11 ​​malam.

Hingga Minggu, Singapura telah melaporkan 237.203 kasus COVID-19 sejak awal pandemi.

RUMAH SAKIT

Sebanyak 1.525 kasus dirawat di rumah sakit, dengan 242 pasien membutuhkan suplementasi oksigen di bangsal umum.

Lima puluh dua kasus tidak stabil dan di bawah pengawasan ketat di unit perawatan intensif (ICU), dan 69 sakit kritis dan diintubasi. Tingkat pemanfaatan ICU keseluruhan saat ini adalah 63,3 persen.

Sebanyak 2.202 kasus dipulangkan selama sehari terakhir, 393 di antaranya adalah manula berusia di atas 60 tahun.

Lansia berusia 60 tahun ke atas, terutama yang tidak divaksinasi, terus lebih terpengaruh oleh COVID-19, kata Depkes.

Dari 88.848 kasus selama 28 hari terakhir, 98,7 persen memiliki gejala ringan atau tanpa gejala, sementara 0,8 persen membutuhkan suplementasi oksigen di bangsal umum, 0,3 persen berada di ICU dan 0,2 persen meninggal.

Baca Juga :  Australia Lockdown Covid-19 Lebih Lama Setelah Protes Massal

VAKSINASI

Hingga Sabtu, 85 persen populasi Singapura telah menyelesaikan rejimen lengkap mereka atau menerima dua dosis vaksin COVID-19.

Sekitar 86 persen telah menerima setidaknya satu dosis, dan 20 persen telah menerima suntikan booster.

CLUSTER

Depkes mengatakan sedang “memantau dengan cermat” enam cluster.

Ini termasuk Iman Childcare (Woodgrove), yang melaporkan enam kasus baru pada hari Minggu, sehingga totalnya menjadi 27.

REKAM VAKSINASI DIGITAL UNTUK US TRAVELERS

Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) pada hari Sabtu mengatakan bahwa para pelancong yang datang dari Amerika Serikat ke Singapura dengan skema jalur perjalanan yang divaksinasi (VTL) dapat menggunakan catatan vaksinasi digital mereka.

Pengumuman itu muncul ketika warga Singapura melaporkan kesulitan mendapatkan bukti vaksinasi COVID-19 mereka dalam format Smart Health Card (SHC), suatu bentuk sertifikat vaksinasi yang diterima Singapura untuk pelancong yang datang dari AS dengan skema VTL.

Sementara lebih banyak negara bagian AS meluncurkan SHC, pelancong VTL ke Singapura dapat memberikan catatan vaksinasi digital mereka yang diambil melalui database kesehatan masyarakat negara bagian atau otoritas kesehatan lokal mereka.

Mereka juga dapat menggunakan catatan vaksinasi fisik mereka dan surat yang ditandatangani oleh penyedia vaksinasi mereka untuk membuktikan status vaksinasi mereka. Surat tersebut harus berisi rincian wisatawan dan rincian tentang vaksinasi.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :